SELAMAT DATANG DI BLOG ARDI SETIA
Tampilkan postingan dengan label Kebahasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebahasaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013

Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia

Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia
Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya, kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan), reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks.

Definisi Istilah
kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan, juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks), tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini.

Selasa, 17 September 2013

Senin, 16 September 2013

Daftar Kata Baku dan Tidak Baku

Daftar Kata Baku dan Tidak Baku 

Daftar kata baku dan tidak baku ini saya susun berdasarkan artikel, buku, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Mengetahui banyaknya salah mengeja dalam bahasa Indonesia, agaknya memuat artikel daftar kata baku dan tidak baku ini sangat bermanfaat. Yuk, langsung simak apa aja kata-kata yang baku dan tidak baku tersebut. Insya Allah saya sudah mengecek ulang di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Huruf A
Acap kali (bukan) Acapkali
Adakalanya (bukan) Ada kalanya
Adang (bukan) Hadang
Aerobik (bukan) Erobik
Afdal (bukan) Afdhol, Afdol
aktivitas (bukan) aktifitas
Akuarium (bukan) Aquarium
Alquran (bukan) Al-Quran, Al-Qur’an
Ambulans (bukan) Ambulan, Ambulance
Amfibi (bukan) Amphibi, Ampibi
Analisis (bukan) Analisa
Anda (bukan) anda
Andal (bukan) Handal
Andam (bukan) Handam
Antre (bukan) Antri
Anugerah (bukan) Anugrah
Anutan (bukan) Panutan
Apotek (bukan) Apotik
Asas (bukan) Azas
Asasi (bukan) Azasi
Ateis (bukan) Atheis
Atlet (bukan) Atlit
Atmosfer (bukan) Atmosfir
Autentik (bukan) Otentik
Autobiografi (bukan) Otobiografi
Azan (bukan) Adzan
Huruf B
Balsam (bukan) Balsem
Belasungkawa (bukan) Bela sungkawa

Minggu, 15 September 2013

Kata Baku Bahasa Indonesia


Ada beberapa pertanyaan para siswa yang diajukan kepada saya berkaitan dengan penggunaan kata baku dan kata tidak baku dalam Bahasa Indonesia. Mereka merasa kesulitan saat berhadapan dengan kata-kata tertentu. Untuk kata aktif dan aktivitas, misalnya, manakah yang baku bila dibandingkan dengan kata aktiv, aktip, dan aktifitas. Mengapa kata aktif tidak lantas berubah menjadi aktifitas dan justru yang bakunya aktivitas?




Barangkali melihat kasus di atas kita bisa mencari jawabannya dengan melacak asal-usul kata yang bersangkutan. Dalam hal ini, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa jauh-jauh hari sudah mengeluarkan berbagai pedoman. Khusus untuk kata aktif dan aktivitas di atas bisa dilihat pada pedoman pengindonesiaan istilah asing.
Dalam berbagai penulisan, sering kita temukan juga penulisan kata ijin, Pebruari, shalat, analisa, dan sebagainya. Kata-kata tersebut jelas tidak baku. Seharusnya kata-kata tersebut ditulis izin, Februari, salat, dananalisis.
Rambu-rambu penulisan kata baku sangat mudah kita dapatkan. Yang paling gampang adalah dengan melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Selain itu, penulisan kata baku juga bisa kita jumpai pada situshttp://www.pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi. Dengan demikian pembaca diharapkan bisa menerapkan penggunaan bahasa baku, terutama pada bahasa tulis. Terlebih lagi pada penulisan karya tulis ilmiah.
Berikut beberapa kata yang sering digunakan dalam bahasa tulis:

Kamis, 12 September 2013

Komposisi: Deiksis dalam Bahasa Indonesia

DEIKSIS DALAM BAHASA INDONESIA

I.       PENGERTIAN DEIKSIS
Deiktikos bahasa Yunani dari deiksis,yang berarti hal penunjukkan secara langsung.  Pengertian deiksis adalah gejala semantis yang terdapat pada kata atau konstruksi yang hanya dapat ditafsirkan acuannya dengan memperhitungkan situasi pembicaraan (Alwi, Hasan et all, 1998:42).
(1)   Kamu harus pulang sekarang.
(2)   Tarif angkutan naik semua sekarang.
(3)   Sekarang pemalsuan uang terjadi dimana-mana.
Pada kalimat (1) sekarang merujuk ke jam atau menit. Pada kalimat (2) cakupannya lebih luas, mungkin sejak minggu lalu sampai hari ini.  Pada kalimat (3) cakupannya lebih luas lagi, mungkin berbulan-bulan dan tidak mustahil bertahun-tahun.
Tidak hanya merujuk pada waktu, deiksis juga merujuk pada hal lain seperti tempat, persona dan semua hal yang mengacu pada situasi pembicaraan.
(1)   tidurlah kamu di sana.
(2)   Di sana parkir mobil.
(3)   (Semarang sangat padat penduduknya) Di sana masyarakat harus hidup dengan rukun.
Frasa di sana pada kalimat (1) mengacu pada tempat tidur. Pada kalimat (2) acuannya lebih luas yaitu sebuah tempat parkir mobil. Pada kalimat (3) ruang lingkupnya Semarang.
Verhaar (1977) menerjemahkan istilah utterance external dengan kata luar ujaran. Anton M. Moeliona (komunikasi pribadi) : kata ujaran dipakai untuk menterjemahkan kata speech dan kata tuturan untuk menterjemahkan utterance.
II.    Deiksis Luar Tuturan (Eksofora)
Deiksis luar tuturan mencakup bidang semantik lokal. Bidang bahasan dieksis luar tuturan adalah makna kata yang ditimbulkan dalam susunan sebuah kalimat.  Macam-macam dieksis luar tuturan yaitu:

Printfriendly