SELAMAT DATANG DI BLOG ARDI SETIA
Tampilkan postingan dengan label Telaah Kurikulum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telaah Kurikulum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Desember 2013

Telaah Kurikulum: Analisis Kurikulum KTSP

Analisis Kurikulum KTSP
Kurikulum operasional yang disusun, dikembangkan, dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan sebagai penggerak mesin utama pendidikan yaitu pembelajaran. KTSP menjadi seperangkat pengembangan kurikulum yang diharapkan memenuhi kebutuhan pendidikan. 

Keunggulan KTSP 
KTSP dapat diandalkan untuk menjadi patokan menghadapi tantangan masa depan dengan pembekalan keterampilan pada peserta didik. 
KTSP memiliki kemampuan beradaptasi dengan daerah setempat.

Kelemahan KTSP 
Diperlukannya waktu yang cukup oleh pendidik dalam membina perkembangan peserta didiknya, terutama peserta didik yang berkemampuan di bawah rata-rata.
KTSP menuntut kemampuan guru dalam menjalankan pembelajaran berbasis kompetensi dengan merencanakan sendiri bagaimana strategi yang tepat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah setempat.

Selengkapnya unduh di sini.

Telaah Kurikulum: Analisis Kurikulum 1994

Analisis Kurikulum 1994

Pada kurikulum tahun 1994 model administratif disebut dengan model garis staff atas ke bawah. Karena inisiatif dan gagasan datang dari pemerintah pusat. Jadi pemerintah pusat yang menyusun kurikulum yang akan dijalankan oleh setiap satuan pendidikan. Guru hanya sekedar menjalankan apa yang telah ditetapkan.
Dalam kurikulum tahun 1994, pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas, struktur materi sudah disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, materi keahlian seperti komputer semakin mendalam, model-model pembelajaran matematika kehidupan disajikan dalam berbagai pokok bahasan. Intinya pembelajaran matematika saat itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal kontekstual yang berkaitan dengan materi. Soal cerita menjadi sajian menarik disetiap akhir pokok bahasan, hal ini diberikan dengan pertimbangan agar siswa mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari

Selengkapnya unduh di sini.

Telaah Kurikulum: Analisis Kurikulum 1984

Analisis Kurikulum 1984
Pada kurikulum 1984 yang memegang peranan adalah menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan sejarahwan. Bila dilihat dari segi isi kurikulum ini terlalu syarat beban atau terlalu padat. Kurikulum 1984 sama dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya mendapat tanggapan, kritik, dan saran dari berbagai kalangan, maka perlu dilakukan evaluasi, pengkajian dokumen dan pelaksanaan kurikulum itu sebagai bagian dari proses pengembangan kurikulum dan kemudian dilanjutkan dengan perbaikan, penyempurnaan/penyesuaian kurikulum sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan iptek serta kritik dan saran dari para praktisi, pakar, ahli, dan masyarakat tersebut.
Kurikulum ini disusun dengan tujuan agar guru memperoleh pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugasnya, menyusun program-program pengajaran dan mengadakan penilaian dengan memperhatikan kesinambungan, keluasan, dan kedalaman materi. Makin tinggi kelasnya makin luas dan mendalam bahannya seperti mengikuti dasar spiral dalam perluasan kurikulumnya.

Selengkapnya unduh di sini.

Telaah Kurikulum: Analisis Kurikulum 1975

Analisis Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 sebagai pengganti Kurikulum 1968 menggunakan pendekatan di antaranya sebagai berikut:
1. Berorientasi pada tujuan.
2. Menganut pendekatan integratif, dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif.
3. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
4. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan prosedur pengembangan sistem instruksional (PPSI).
5. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).

Selengkapnya unduh di sini.

Minggu, 08 September 2013

Telaah Kurikulum SLTA: Kurikulum 1984

ANALISIS KURIKULUM 1984
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah : Telaah Kurikulum SLTA
Dosen Pengampu : Drs. Suyoto, M.Pd.



 








Disusun oleh:
Kelompok 5

Ardi Setiyawan                         10410022
Puput Indah Dewi Agustina      10410003
Muhammad Khoirurriza  10410044

Kelas : 3A


PROGDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kurikulum 1984 ini bukan lagi kurikulum yang disusun berdasarkan kemampuan dan kebutuhan belajar sisiwa, tetapi lebih banyak didorong oleh pelbagai kepentingan yang berada di luar lingkup pendidikan dasar (Nababan, 1993: 9). Pelbagai kepentingan telah masuk dan mempengaruhi muatan kurikulum sehingga kurikulum benar-benar melelahkan siswa. Akibatnya muncul reaksi psikis menolak. Siswa jadi acuh tak acuh terhadap pelajaran.
Pekerjaan rumah dikerjakan sambil lalu dan kesungguhan belajar menjadi mundur. Hal ini muncul sebagai reaksi psikis atas tekanan belajar dan berdisiplin yang di luar batas kewajaran bagi siswa yang berusia semuda itu.
Memikul tugas belajar dari demikian banyak buku dan ragam pelajaran dengan sendirinya menimbulkan reaksi jenuh (Surahmad, 1988: 57). Nilai bisa saja tinggi, tetapi fakta hasil belajar semakin rendah. Lebih-lebih ketika jenis tes objektif pilihan ganda merajalela, proses bernalar seolah-olah berhenti. Hendro memberikan ulasan yang keras sekali terhadap jenis tes objektif ini yang menurut beliau adalah bahwa jenis tes ini menipu semua pihak (Kraf, 1987: 55).
Selengkapnya FILE download di sini.


Printfriendly